http://t.indoflyer.net/605362
Mengenai AP (Autopilot) (Full Version)

All Forums >> [AVIATION SECTION] >> Flight Operations



Message


Ron007 -> Mengenai AP (Autopilot) (12/6/2012 19:43:52)

Teman-teman IF, saya pernah meliat cockpit A320, dan melihat ada dua autopilot - AP1/AP2. Yang mau saya tanyakan, apa beda dua autopliot ini? dan mengapa harus memiliki 2 autopilot?


   http://t.indoflyer.net/605362


funkybearsw -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (13/6/2012 0:43:16)

Kalau secara umum, sesuai dengan prinsip redundansi, ada lebih dari satu sistem untuk pesawat2 terbang komersial, contohnya hydraulic system di B737 ada sistem A dan B, bahkan ada standby system. Pressurization controller juga ada 2, landing gear system controller juga ada 2, dst.

Dalam perkembangannya, pesawat juga bisa autoland. Ada 2 prinsip untuk melakukan autoland: fail passive dan fail operational.
Fail passive maksudnya kalau salah satu sistemnya fail (termasuk sistem autopilot), pilot bisa meneruskan proses landing dengan cara manual (dengan syarat2 tertentu).
Fail operational, jika salah satu sistemnya fail, pesawat bisa terus terbang dengan sistem yang tersisa.

Jadi contohnya sedang ILS CAT 3B approach, tiba-tiba di 100 feet salah satu autopilotnya mati, maka approach bisa diteruskan sampai landing dengan auto pilot (dengan syarat2 tertentu juga).

Jadi memiliki 2 autopilot adalah salah satu cara untuk mempunyai sistem yang fail operational.


   http://t.indoflyer.net/605362


funkybearsw -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (13/6/2012 0:57:25)

quote:

Yang mau saya tanyakan, apa beda dua autopliot ini?


Maaf belum menjawab yang ini.
Rancangan dari kedua autopilot AP 1 dan AP 2 sama persis tidak ada bedanya.
Satu-satunya perbedaan adalah otak dari autopilot tersebut. AP 1 mengambil dan memberikan data dari FMC (Flight Management Computer 1) dan AP 2 mengambil dari FMC 2.
Kedua FMC sendiri saling berkomunikasi (cross talk)agar isinya tidak saling berbeda. Misalnya pilot memakai AP 1 dan memasukkan rute direct HLM VOR (Halim) di display unit Flight Management (FM) 1, maka rute di FM 2 juga akan berubah menyamakan data dengan FM 1.


   http://t.indoflyer.net/605362


Ron007 -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (13/6/2012 12:12:19)

OM Funkybearsw, terima kasih atas info nya -

saya juga baru tahu FMC ada 2. setau saya FMC ada dua, di sebelah bagian Captain dan Co Pilot itu sama data entry nya, lalu satu lagi dibelakang thrust lever, apakah itu FMC 2?


   http://t.indoflyer.net/605362


reincarnage -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (14/6/2012 1:20:02)

kalau FMC pesawat tersebut masih mode konvensional yang Single FMC gimana oom? nah loo [:D]
FMC sih boleh dua, masing-masing biar ga rebutan. tapi processornya satu [8|]




Salam [sm=ngakak.gif] Gemblung


   http://t.indoflyer.net/605362


grummanfighter -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (14/6/2012 10:17:29)

@reincarnage : maksudnya, FMC satu, CDU nya yg dua? Karena kalau ada dua FMC, kan juga ada dua processor? [X(]


   http://t.indoflyer.net/605362


funkybearsw -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (15/6/2012 1:20:11)

quote:

kalau FMC pesawat tersebut masih mode konvensional yang Single FMC gimana oom? nah loo
FMC sih boleh dua, masing-masing biar ga rebutan. tapi processornya satu


quote:

@reincarnage : maksudnya, FMC satu, CDU nya yg dua? Karena kalau ada dua FMC, kan juga ada dua processor?


Kalau ada 2 CDU dan 1 processor FMC, kayaknya APnya juga cuma 1 dong.. gak 2 seperti di pertanyaannya TS.

quote:

saya juga baru tahu FMC ada 2. setau saya FMC ada dua, di sebelah bagian Captain dan Co Pilot itu sama data entry nya, lalu satu lagi dibelakang thrust lever, apakah itu FMC 2?


MCDU 1 (Multifunction Control Display Unit) di sisi captain itu terhubung dengan FMC1, yang MCDU 2 di kanan terhubung dengan FMC2. Kalau MCDU 3 yang di belakang itu untuk ACARS, ATSU, dll, jadi dipakai untuk fungsi selain fungsi FMS.

Tapi kalau MCDU 1 atau 2 rusak, bisa pakai MCDU 3.
Jadi kalau MCDU 1 rusak, MCDU 3 akan jadi displaynya FMC 1.
Kalau MCDU 2 rusak, MCDU 3 akan jadi displaynya FMC2.

Seperti saya tulis sebelumnya, kalau MCDU 1 (FMC 1) diubah, maka FMC 1 dan FMC 2 akan crosstalk (sinkronisasi) sehingga MCDU 2 akan berisi persis sama dengan MCDU 1.
Begitu pula sebaliknya.

Di Airbus, FMC ini disebut FMGEC (Flight Management, Guidance and Envelope Computers).


BTW, standardnya yang punya MCDU 3 itu A330 bukan A320.


   http://t.indoflyer.net/605362


fly like an eagle -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (28/9/2012 8:19:25)

Ijin gabung. Auto pilot A dan B dipesawat mungkin bisa di bedakan dari source nya. Maksudnya ialah, Auto pilot A biasanya bersumber dari hydraulic A Dan Autopilot B berasal dary hydraulic B. Dan kalau setau saya contoh untuk boeing 737 FMC nya cuman 1. Cdu display nya saja yang dua. Tapi tetap ada dua auto pilot. CMiiw


   http://t.indoflyer.net/605362


grummanfighter -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (28/9/2012 11:15:18)

tergantung jenis 737 nya, kalee... original, classic atau NG?
Beberapa classic di Garuda, yg etops approved, sudah dual fmc + 1 Gps.
Merujuk pertanyaan ts, yg ditanyakan ap di 320, bukan 737..:-)


   http://t.indoflyer.net/605362


fly like an eagle -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (28/9/2012 16:44:51)

Maksud saya boeing 737 yang seri Cl. Itu setau saya Fmc satu dengan dua CDU. Maaf sebelumnya


   http://t.indoflyer.net/605362


Dumb Ass 7 -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (29/9/2012 3:10:59)

Sudah terjawab oleh om Funky dengan gamblang tuh.
Harusnya sudah jelas kenapa ada 2.
Classic tempat saya dulu juga sudah dual FMC (bukan dual MCDU ya). Tergantung maunya airline saja. Jadi kalau ada iklan tipe NG yang bilang "Dual komputerisasi di kokpit" tentunya iklan itu agak sedikit menyesatkan. Yang Classic aja sudah punya, ga usah ngomong di A320 atau NG. [:D]

Kalau yang singe FMC, ya data AP1 dan AP2 tetap satu, tapi systemnya dua autopilot. Sebenarnya ini otaknya satu, tetapi "kaki" nya dua.
Yang okay kan otaknya dua, kakinya 2. dan otaknya ini saling berkomunikasi sepertio di sebut di atas.


   http://t.indoflyer.net/605362


Capt. Dadan -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (20/11/2012 9:37:16)

Ijin nimbrung, kebetulan sedang ngebahas AP 320.

Entah perasaan saya saja atau memang begitu adanya. IMHO, dengan kondisi sama2 Autoland, approach speed 320 lebih rendah dibandingkan 737. Sehingga, landing prosesnya 320 lebih lama dibandingkan dengan 737. Is it true or is it just my feeling?

Memang sih, ujung2nya akan kembali how Pilot operate the plane. Hanya saja, karena saya merasakan hal yang sama di QZ dan di QG, maka saya memberanikan ****msi tersebut.

Last question, ketika seorang Pilot 320 sudah decide untuk Autoland, apakah approach speednya dapat dirubah in the middle of landing process? Or they have to go to manual if they want faster approach speed?

*too be honest, kalau saya sebagai orang awam, my today experience in QG 811 was not a good one. Lagi enak2 tidur dihentak keras. Belum ditambah dengan landing with 1 side of the wheel [>:]. If you prefer comfortable, then you are a good pilot. If you prefer safety, then you are an excellent pilot. If you prefer safety and you can make it comfortable in the end, then you will be called as master [:)]


   http://t.indoflyer.net/605362


Dumb Ass 7 -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (20/11/2012 19:23:11)

Approach speed kan tergantung beratnya juga. Why do you want to approach faster?
Kalau bisa approach 20 knots, kenapa harus 40 knots? Semakin pelan approach ya makin bagus.

Approach speed on Airbus ada dua. Managed dan Speed.
Most of the time dan most of the crew ga akan make Speed mode. Enakan make Manage mode, karena Airbus ada yang namanya Ground Speed Mini yang sampe Boeing 787 saja blum punya.

Kalau masalah landing mulus atau tidak, tergantung kondisinya. Runway basah, minta mulus, saya malah ga mau, unless you want to make it to the headlines besok. [;)]


   http://t.indoflyer.net/605362


Capt. Dadan -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (21/11/2012 6:34:49)

quote:

Why do you want to approach faster?


Cepat tiba di tujuan, karena sudah delay 1 jam. Tapi ya saya setuju, SAFETY first.
Hanya saja, apakah padatnya traffic menjadi salah satu pertimbangan Pilot dalam menetapkan Approach speed? Lebih tepatnya, ada rule of engagement di mana dalam melakukan approach, untuk widebody minimum speed sekian, propeller sekian, dst...

IMHO, ga mungkin dong ATC punya kuasa untuk meminta Pilot cepetan landing [8|]

quote:

Approach speed on Airbus ada dua. Managed dan Speed.


Terima kasih atas pencerahannya [sm=maap.gif]
No wonder lain flight number, kok feeling saya akan approach speed 320 berbeda-beda. Unlike kalau naik si 737 yang cenderung tidak jauh berbeda

quote:

Runway basah, minta mulus, saya malah ga mau, unless you want to make it to the headlines besok


I'm absolutely agree with you capt.


   http://t.indoflyer.net/605362


funkybearsw -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (22/11/2012 0:50:53)

quote:

Entah perasaan saya saja atau memang begitu adanya. IMHO, dengan kondisi sama2 Autoland, approach speed 320 lebih rendah dibandingkan 737.

Di Indonesia kan? autoland? apakah anda di cockpit sehingga tahu landingnya autoland dalam beberapa flights? [sm=hmmm.gif]

Artikel ini mungkin bisa menjelaskan kenapa saya bingung kalau ada banyak yang autoland di Indonesia:
All Weather Operations, Autoland

quote:

IMHO, dengan kondisi sama2 Autoland, approach speed 320 lebih rendah dibandingkan 737.

How do you know? [8|]
Seperti kata om Baron
quote:

Approach speed kan tergantung beratnya juga. Why do you want to approach faster?

quote:

Cepat tiba di tujuan, karena sudah delay 1 jam.


Dengan berat yang berbeda, sebuah airliner bisa approach dengan speed at touch down antara (roughly) 110-150 knots.
Dengan ****msi speed ini sudah dicapai di 10nm final approach maka waktu yang dibutuhkan:
120 knots= 5 menit
130 knots= 4 menit 36 detik
140 knots= 4 menit 17 detik
150 knots= 4 menit

Why 17 seconds matter?

quote:

Lebih tepatnya, ada rule of engagement di mana dalam melakukan approach, untuk widebody minimum speed sekian, propeller sekian, dst...

semoga terjawab di atas: tergantung beratnya.

quote:

No wonder lain flight number, kok feeling saya akan approach speed 320 berbeda-beda. Unlike kalau naik si 737 yang cenderung tidak jauh berbeda


again, how do you know? feeling? [8|] you must have a great ability to sense the speed.. [:-]
quote:

Approach speed on Airbus ada dua. Managed dan Speed.


Typo correction, managed and selected [8D]

quote:

IMHO, ga mungkin dong ATC punya kuasa untuk meminta Pilot cepetan landing

Bisa, misalnya: "QG811 clear for ILS approach runway 25R, maintain 180 knots until 10 miles and 160 knots until 5 miles."

dan perbedaan speed di 5 nm dengan 140 knots dan 150 knots= setengah dari perhitungan saya di atas. Bedanya hanya kl 8 detik.


   http://t.indoflyer.net/605362


Dumb Ass 7 -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (22/11/2012 17:06:47)

quote:

I'm absolutely agree with you capt.

I'm not a Captain, or a pilot whatsoever. [:)]

quote:

Typo correction, managed and selected

Thank you Sir for the correction. Cuma terlintas yang ada di approach check list saja. Silly me. [:D]

quote:

Hanya saja, apakah padatnya traffic menjadi salah satu pertimbangan Pilot dalam menetapkan Approach speed? Lebih tepatnya, ada rule of engagement di mana dalam melakukan approach, untuk widebody minimum speed sekian, propeller sekian, dst...

IMHO, ga mungkin dong ATC punya kuasa untuk meminta Pilot cepetan landing

Sudah dijelaskan, ATC bisa kasih speed untuk approach. Tetapi ketika short final (say 10nm/5nm before touch down) pilots akan memakai speed tergantung dengan berat pesawat dan flap config (untuk beberapa type, karena A320 approach speed buat config 3 dan config full ga beda).

Most of 737 pilots akan ngelepasin auto throttle dan main "ganjel" untuk mencegah thrust naik turun karena sangkutnya ke KIAS. A320 however, karena ada Ground Speed Mini, maka trhrust juga akan naik turun untuk menjaga pre-selected ground speed sesuai dengan input yang ada di FMGS (tower reported wind).

Jadi kalau untuk menjaga speed, A320 akan lebih presisi, dibanding dengan ganjal power. Mungkin itu maksudnya "speed-nya hampir sama antara 737 satu dengan lainnya."
Tetap aja sih, saya akan kaget kalau setengah penuh 737-800 speed-nya sama dengan hampir full 737-900ER. Pasti beda deh. [;)]


   http://t.indoflyer.net/605362


Capt. Dadan -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (23/11/2012 7:16:10)

quote:

All Weather Operations, Autoland


Nice Article. Terutama pada poin penjelasan mengenai CAT & manual or autoland decision.
Thanks Sir.

quote:

QG811 clear for ILS approach runway 25R, maintain 180 knots until 10 miles and 160 knots until 5 miles.


Bisa the other way around kan? "QG811 clear for ILS approach runway 28, maintain 150 knots until 10 miles and 160 knots until 5 miles."
If yes, now it makes all the sense. Lower speed at long distance, karena didepannya ada IW landing, higher speed at shorter distance karena didepannya CX sudah menunggu giliran make runway [8|]

quote:

apakah anda di cockpit sehingga tahu landingnya autoland

quote:

Why 17 seconds matter?


Tidak, saya tidak di cockpit. Hanya berdasarkan minor correction before landing? Di antara WIII, WIPT dan WARR, saya baru ngalamin di WARJ yang almost every flight ada minor correction. Pernah dijelaskan di IF juga kenapa WARJ begitu. Kalau WIPL exception sih sepertinya, karena memang tidak ada ILS. CMIIW
Anyway, sudah dijelaskan di artikel yang disharing, bisa saja di awalnya autoland, tetapi karena wind condition beralih ke manual...
17 seconds menentukan nomor antrian BlueBird, Sir[>:]


   http://t.indoflyer.net/605362


ismangun -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (24/11/2012 3:29:09)

quote:

Bisa the other way around kan? "QG811 clear for ILS approach runway 28, maintain 150 knots until 10 miles and 160 knots until 5 miles."
If yes, now it makes all the sense. Lower speed at long distance, karena didepannya ada IW landing, higher speed at shorter distance karena didepannya CX sudah menunggu giliran make runway


150 until 10 trus 160 until 5? Bisa aja terjadi, tapi kalo sampe terjadi, silly banget ATC-nya. Fungsinya apa? Terlalu dekat dengan traffic yg approach didepan trus disuruh melambat agar tercipta jarak lebih, lalu kok trus ternyata "diplanning" untuk mendekat lagi? (Ingat: kondisi sedang approach, sehingga traffic didepan PASTI akan lebih lambat dari pesawat dibelakangnya). IMO perintah speed-distance di final app segment gini ini termasuk strategic planning/direncanakan sebelumnya sesuai dengan perencanaan traffic flow, dan perintah untuk melambat kemudian mencepat lebih ke tactical/jangka pendek, karena hitungan jangka panjangnya meleset sehingga harus ada koreksi. Jadi, rasanya aneh aja/belum pernah dengar ada perintah speed lambat lalu cepat, dan lambat lagi karena harus approach.

quote:

17 seconds menentukan nomor antrian BlueBird, Sir

Hehe.. kalau lebih cepat 17 detik tapi miss exit, trus taxinya 10kts sampe gate, trus garbaratanya ga jalan2/airstairnya ga dateng2.. sama aja.

Cheers,

Edited: nambah dikit


   http://t.indoflyer.net/605362


funkybearsw -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (24/11/2012 14:38:37)

OOT:
quote:

Bisa the other way around kan? "QG811 clear for ILS approach runway 28, maintain 150 knots until 10 miles and 160 knots until 5 miles."


If this instruction given in 20 nm apprach, it is possible to burn more than 500 kg of additional of approach fuel in a A330 with full flaps landing gear down, to decelerate and reach 150 knots in 10 nm and accelerate to 160 knots in the next 5 miles [;)]
Assumption: decelerate in glide path.
For level off deceleration like WIII rwy 25R RNAV STAR with 2000' at point PRIOK, it will add around 500 kg on top of it..


   http://t.indoflyer.net/605362


Capt. Dadan -> RE: Mengenai AP (Autopilot) (26/11/2012 16:52:12)

quote:

IMO perintah speed-distance di final app segment gini ini termasuk strategic planning/direncanakan sebelumnya


Make sense. I guess what happen to QG 811 that day, only God and the pilot knows [8D]

Anyway, terima kasih atas pencerahannya rekan-rekan. Ilmu saya banyak bertambah [:)]


   http://t.indoflyer.net/605362


Page: [1] 2   next >   >>



Forum Software © ASPPlayground.NET Advanced Edition 2.4.2
0.25